Blog  

Ketua Pansus PAD Soroti Two K Azana tak Buka Data, Apresiasi Mercure

BENGKULU, Forbengkulu.com – Tim Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Kota Bengkulu kembali melakukan pengawasan ke objek pajak strategis. Dalam sidak tersebut, Pansus menyoroti ketidaktransparanan salah satu hotel dan mengapresiasi sistem digital yang diterapkan Hotel Mercure.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus PAD DPRD Kota Bengkulu, Pudi Hartono, S.Pd, saat ditemui di sela kegiatan, Kamis (23/7/2026).

Two K Azana Diduga Tutup Data Setoran Rp241 Juta
Pudi mengungkapkan, salah satu temuan dalam pengawasan adalah sikap Hotel Two K Azana yang tidak berkenan membuka data pajaknya kepada Pansus.

“Kita cross check langsung. Kemarin yang Two K Azana itu, dia enggak mau buka data. Dari Rp241 juta yang dia bayarkan itu dia enggak mau menyajikan data,” ujar Pudi.

Ia menegaskan, jika wajib pajak tidak kooperatif membuka data, maka hal itu berpotensi menimbulkan masalah. “Kalau memang kamu enggak mau, berarti bisa jadi enggak bagus,” tegasnya.

Pansus berencana akan menggelar pertemuan lanjutan untuk membahas temuan ini. Jika tidak tuntas di tingkat Pansus, kasus tersebut berpotensi dilimpahkan ke Komisi III DPRD Kota Bengkulu.

Hotel Mercure Jadi Contoh, Sudah Pakai Sistem
Berbeda dengan Two K Azana, Hotel Mercure Bengkulu mendapat apresiasi dari Pansus. Hotel tersebut dinilai taat karena telah menerapkan sistem pembayaran pajak berbasis digital.

“Kalau yang Mercure kan karena sistemnya sudah bagus. By system. Artinya kita mengawal PAD ini agar tidak ada kebocoran,” jelas Pudi.

Dengan sistem tapping box tersebut, seluruh transaksi dapat dipantau langsung sehingga meminimalisir potensi manipulasi data.

Pajak Parkir Bencoolen Mall Rp80 Juta/Bulan Jadi Sorotan
Selain hotel, Pansus juga menyoroti pengelolaan parkir di Bencoolen Mall. Berdasarkan laporan sementara, pajak parkir di kawasan itu menyumbang sekitar Rp80 juta per bulan ke kas daerah.

“Target kita sebenarnya parkir. Karena parkir ini luar biasa, apalagi sekarang ada penambahan,” kata Pudi.

Namun Pansus mengaku belum mendapatkan data peningkatan dibanding tahun 2024. Pudi menyebut, tim akan mempelajari lebih lanjut dan membuat rekomendasi terkait pengelolaan parkir di Bencoolen Mall.

Dari total 27 gerai di Bencoolen, Pansus juga masih menunggu data pajak lainnya. “Nanti kita akan cross check. Kalau enggak tuntas di kami, mungkin diserahkan ke Komisi III,” tambahnya.

Komitmen Kawal PAD Agar Tidak Bocor
Pudi menegaskan, tugas Pansus adalah mengawal agar sumber PAD dan potensi PAD yang ada benar-benar maksimal masuk ke kas daerah.

“Kita mengawal PAD ini agar tidak bocor. Mudah-mudahan pengawasan kami terhadap OPD yang menyumbang PAD ini bisa maksimal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *