Blog  

Rumah Baru Untuk Pak Bahtiar! TNI Serahkan RTLH di Kertapati, Pagar Jati

KBSB TNI AD TA 2026 Bengkulu Tengah: Penyerahan RTLH Kepada Penerima Manfaat — Pak Bahtiar di Desa Kertapati, RT.001/000, Kec. Pagar Jati

BENGKULU TENGAH, ForBengkulu.com – Kalau kemarin kita cerita soal Buk Dahlia & Pak Iskandar di Anggut Atas, Kota Bengkulu, hari ini kita pindah ke desa. Ke tempat yang jauh lebih sunyi, tapi bahagianya sama besarnya.

Di Desa Kertapati, RT.001/000, Kec. Pagar Jati, Kab. Bengkulu Tengah, seorang bapak paruh baya bernama Pak Bahtiar hari ini resmi menerima rumah barunya.

Rumah yang dulu reot, dinding papan lapuk, atap seng bocor, dan lantai yang tidak rata — kini sudah disulap prajurit TNI menjadi rumah layak huni, berdinding kokoh, beratap rapi, dan dicat hijau army — warna khas TNI.

Di depan rumah barunya itu, Pak Bahtiar berjabat tangan erat dengan prajurit TNI, sambil memegang plakat:

PLAKAT PENYERAHAN RTLH KBSS TNI AD TA 2026 — DIBERIKAN KEPADA BAPAK BAHTIAR, DESA KERTAPATI

Di sampingnya, terpampang banner “SEBELUM: KONDISI RUMAH LAMA” — foto rumah lamanya yang sudah miring, atapnya sudah jebol, kayunya sudah dimakan rayap.

Kertapati, Desa Paling Padat di Pagar Jati

Kenapa penyerahan di Kertapati ini penting? Karena Kertapati bukan desa sembarangan.

Kertapati adalah sebuah desa di Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, dengan penduduk sekitar 1.500 orang yang tergolong paling padat di Kecamatan Pagar Jati.

Artinya, ketika satu rumah di Kertapati dibedah, dampaknya langsung terasa oleh tetangga-tetangganya. Warga lain ikut melihat, ikut gotong royong, ikut belajar bahwa rumah layak huni itu bukan mimpi.

Saat ini, Desa Kertapati dipimpin Kepala Desa Harnodi. Dalam Musrenbangdes terakhir untuk program 2027, Pemdes Kertapati bersama masyarakat membahas berbagai kebutuhan pembangunan — mulai dari peningkatan jalan lingkungan, rehabilitasi Posyandu, pembangunan sumur bor, pembukaan Jalan Usaha Tani, hingga pembuatan siring drainase di depan rumah warga.

Dan kini, satu kebutuhan paling mendasar — rumah layak huni untuk Pak Bahtiar — sudah terpenuhi lebih dulu oleh TNI, sebelum Dana Desa 2027 itu cair.

Sama seperti rumah Buk Dahlia di Kota Bengkulu, rumah Pak Bahtiar ini juga bagian dari program yang sama: Karya Bakti Skala Besar (KBSB) TNI AD TA 2026.

Provinsi Bengkulu dipercaya menjadi pilot project pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD tahun 2026. Program ini dibuka di Balai Raya Semarak Bengkulu, Sabtu (17/10/2026), oleh Asisten I Pemprov Bengkulu Khairil Anwar bersama Wakil Panglima Kopassus Mayjen TNI Ferdial Lubis, dan dihadiri Dansatgas Karya Bakti Brigjen TNI Bram Pramudia.

TNI AD mengerahkan 1.026 personel untuk mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu. Program ini menyasar 721 titik pekerjaan yang mencakup perbaikan infrastruktur, rehabilitasi fasilitas sosial, hingga penyediaan sarana kebutuhan dasar warga.

Rinciannya, program pembangunan dan rehabilitasi mencakup 224 titik sumur bor, 225 unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta rehabilitasi 86 sekolah.

Selain itu, program tersebut meliputi pembangunan atau rehabilitasi 61 fasilitas MCK, 36 tempat ibadah, 13 ruas jalan, satu panti asuhan, dan 62 jembatan.

Artinya, rumah Pak Bahtiar adalah satu dari 225 RTLH yang dibedah di seluruh Bengkulu.

Khusus Bengkulu Tengah: Dapat 43 Sumur Bor + 6 RTLH + MCK

Untuk Kabupaten Bengkulu Tengah sendiri, program KBSB ini punya jatah khusus.

Berdasarkan rapat pelaksanaan melalui video conference di Makodim 0407/Kota Bengkulu, Jumat (25/9/2026), yang dipimpin Dandim 0407/Kota Bengkulu Letkol Inf. Condro Edi Wibowo, untuk Bengkulu Tengah disiapkan 43 titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan masyarakat, plus rehabilitasi 6 rumah tidak layak huni (RTLH) berikut fasilitas MCK.

Pemkab Bengkulu Tengah mengalokasikan Rp250 juta untuk mendukung pelaksanaan program, sedangkan Pemkot Bengkulu menyiapkan Rp650 juta.

Jadi, rumah Pak Bahtiar di Kertapati ini adalah satu dari 6 RTLH yang menjadi jatah Bengkulu Tengah. Kecil jumlahnya, tapi besar maknanya — karena 6 keluarga di Bengkulu Tengah kini bisa tidur nyenyak tanpa takut kehujanan.

Apa Yang Dikerjakan TNI di Rumah Pak Bahtiar?

Sama seperti pola yang dilakukan TNI di program TMMD dan KBSS lainnya di Bengkulu, pengerjaan RTLH bukan sekadar cat ulang.

Prajurit TNI bersama warga bergotong royong:

• Membongkar rumah lama yang sudah tidak layak
• Membangun tembok permanen dengan tiang cor
• Mengganti atap seng yang bocor dengan atap baru
• Mengganti kusen pintu dan jendela yang lapuk
• Membuat MCK di dalam rumah agar keluarga tidak perlu lagi ke sungai / kebun
• Mengecat dengan warna hijau army, ciri khas TNI

Itulah yang membuat rumah Pak Bahtiar kini bukan hanya layak huni, tapi juga layak untuk dibanggakan.

Kenapa Rumah Pak Bahtiar Bikin Kita Haru?

Di Pagar Jati, mayoritas penduduk bekerja sebagai petani karet dan sawit. Penghasilan mereka tergantung musim, tergantung harga karet, tergantung cuaca.

Bagi petani seperti Pak Bahtiar, membangun rumah baru dari nol itu hampir mustahil. Uang yang ada habis untuk makan sehari-hari, untuk biaya anak sekolah, untuk pupuk.

Ketika TNI datang dan bilang: “Pak, rumah Bapak kami bedah, Bapak tidak perlu bayar apa-apa, Bapak cukup bantu gotong royong saja,” — itu bukan sekadar bantuan. Itu adalah jawaban doa bertahun-tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *