Bank Bengkulu Cetak Sejarah: Tembus Aset Rp10 Triliun di Usia ke-55 Tahun


Bengkulu, Forbengkulu.com – Bank Bengkulu merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-55 dengan capaian kinerja yang gemilang. Bank pembangunan daerah ini tercatat tumbuh positif dan berhasil menembus kelompok elite perbankan dengan aset di atas Rp10 triliun pada pengujung tahun 2024.

‎Peringatan HUT ke-55 ini dilaksanakan secara sederhana namun khidmat di kantor pusat Bank Bengkulu. Acara dimulai dengan upacara dan dilanjutkan dengan prosesi syukuran berupa pemotongan tumpeng di Aula Mochtar Azeharie, lantai 7. Momentum ini menjadi simbol kematangan usia sekaligus awal transformasi besar bagi bank milik masyarakat Bumi Rafflesia tersebut.

‎Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank Bengkulu, H. Iswahyudi, mengungkapkan rasa syukurnya atas performa perusahaan yang terus berada di jalur yang tepat (on the track). Ia menegaskan bahwa posisi keuangan bank saat ini merupakan yang terkuat dalam sejarah berdirinya.

‎”Alhamdulillah, di akhir 2024, untuk pertama kalinya kita masuk kelompok bank dengan aset di atas Rp10 triliun. Bahkan, kita berhasil meraih peringkat kedua dalam kelompok tersebut. Ini membuktikan bahwa Bank Bengkulu mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Iswahyudi.

‎Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, pencapaian ini adalah awal dari tantangan yang jauh lebih besar di masa depan.

‎Memasuki usia ke-55, Iswahyudi menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengibaratkan usia bank seperti manusia yang memasuki fase dewasa; jika tidak waspada dan menjaga kesehatan organisasi, maka akan rentan terhadap penurunan kinerja.

‎”Kita tidak boleh lagi pasif menunggu nasabah di kantor. Strategi ‘jemput bola’ dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat adalah kunci. Pelayanan harus berangkat dari ketulusan, keramahan, dan kecepatan,” tegasnya.

‎Selain penguatan SDM, Bank Bengkulu juga fokus pada infrastruktur teknologi informasi. Di era disrupsi, digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga loyalitas nasabah. Pihak manajemen berkomitmen memastikan layanan “mobile banking” dan jaringan ATM berjalan stabil tanpa gangguan teknis yang berarti.

‎Dari sisi layanan fisik, Bank Bengkulu berencana melakukan ekspansi strategis. Iswahyudi mencatat bahwa sekitar 70 persen perputaran uang di Provinsi Bengkulu masih terpusat di ibu kota provinsi. Hal ini menyebabkan kepadatan tinggi di kantor cabang tertentu, seperti Cabang Basuki Rahmat yang melayani kas daerah.

‎Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Bengkulu akan membuka cabang baru di kawasan strategis Jalan S. Parman. Selain itu, beberapa Kantor Cabang Pembantu (KCP), seperti KCP Panorama, akan ditingkatkan statusnya menjadi cabang penuh. Ekspansi juga akan menyasar wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi, khususnya daerah dengan transaksi komoditas sawit yang signifikan.

‎Melalui kombinasi transformasi digital dan penguatan jaringan fisik, Bank Bengkulu optimistis dapat terus berlari lebih cepat menjadi lembaga keuangan yang modern, responsif, dan tetap menjadi mitra utama dalam pembangunan ekonomi daerah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *