
Bengkulu — Ketua DPD Partai NasDem kota Bengkulu, Rahmad Mulyadi S.Sos., MM menyampaikan kritik terhadap pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai tidak hanya lemah secara fakta, tetapi juga membangun narasi yang tidak adil terhadap Partai NasDem dan Ketua Umumnya, Surya Paloh.
“Dalam narasi yang mereka bangun, seolah-olah NasDem berada pada posisi ditawarkan. Artinya, secara logika, posisi kami pasif. Tetapi anehnya, justru NasDem yang disudutkan, bahkan Ketua Umum Bapak Surya Paloh yang menjadi sasaran, salah ini harus diluruskan”, tutur Rahmad.

Rahmad menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritik dan tetap menghormati kebebasan pers. Namun, ia menilai pemberitaan yang dimuat media tersebut mengandung framing yang tidak profesional dan tidak menyajikan narasi secara utuh.
“Sebagai organisasi politik, kami menghormati kebebasan pers. Tetapi kami melihat ada framing yang tidak profesional terhadap Partai NasDem dan Ketua Umum kami, Surya Paloh. Bahkan judul yang digunakan terkesan mereduksi partai menjadi institusi komersial, yang jelas tidak tepat,” ujar Rahmad.
“Pers memiliki peran strategis dalam demokrasi. Namun ketika narasi dibangun tanpa konsistensi logika dan basis fakta yang kuat, maka yang terjadi bukan lagi jurnalisme yang mencerahkan, melainkan pembentukan opini yang tidak baik,” tutupnya.





