Blog  

Kopi Kepahiang Ekspor Perdana ke Italia, Bupati Zurdi Nata: Ini Bukti UMKM Bengkulu Bisa Go Global

BENGKULU – Kopi Arabika asal Kabupaten Kepahiang resmi melakukan ekspor perdana ke Italia. Pengiriman ini menjadi tonggak sejarah bagi petani kopi Bengkulu untuk menembus pasar dunia.

Ekspor tahap awal ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, dan kelompok tani/UMKM kopi di Kepahiang.

Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata mengatakan, ekspor ini adalah bukti nyata bahwa produk UMKM daerah mampu bersaing di pasar internasional.

“Kami sangat bangga. Kopi Kepahiang yang selama ini dikenal punya cita rasa khas, kini bisa dinikmati masyarakat Italia. Ini bukan hanya kebanggaan petani, tapi kebanggaan seluruh masyarakat Bengkulu,” ujar H. Zurdi Nata di Bengkulu, Minggu 7 September 2026.

Menurut Bupati, Pemkab Kepahiang selama ini terus mendorong peningkatan kualitas produksi, mulai dari hulu hingga hilir. Pelatihan, sertifikasi, dan bantuan alat pasca panen terus diberikan agar kopi Kepahiang memenuhi standar ekspor Uni Eropa.

“PR kita ke depan adalah menjaga konsistensi kualitas dan kuantitas. Jangan sampai pasar sudah buka tapi kita tidak siap barangnya. Karena itu Pemkab akan terus dampingi petani dan koperasi,” tegasnya.

Bupati juga meminta BI dan instansi terkait terus membuka akses pasar baru.

“Kalau Italia sudah buka, kita bidik negara lain di Eropa. Target kami, kopi Kepahiang jadi ikon ekspor Bengkulu dan menaikkan kesejahteraan petani,” lanjutnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu menambahkan, pihaknya telah melakukan pembinaan intensif kepada UMKM kopi selama 2 tahun terakhir. Mulai dari pelatihan good agricultural practices, cupping, packaging, hingga business matching dengan buyer di Italia.

“Ekspor perdana ini adalah langkah awal. Kita ingin kopi Bengkulu tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi punya tempat di pasar specialty coffee dunia,” ujarnya.

Salah satu eksportir kopi Kepahiang menyebut harga jual ekspor jauh lebih tinggi dibanding penjualan lokal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 2-3 kali lipat.

Dengan ekspor perdana ini, Kopi Kepahiang resmi “naik kelas” dan membuka jalan bagi UMKM Bengkulu lainnya untuk masuk ke pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *