Blog  

Polemik Bansos Kelurahan Semarang Akan Ditindaklanjuti Ataukah Bias Terbawa Angin??

KOTA BENGKULU, ForBengkulu.com – Polemik penyaluran bantuan sosial (Bansos) beras di Kelurahan Semarang, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu kini menjadi ujian transparansi. Setelah warga melapor dan Wakil Walikota Bengkulu menurunkan Camat untuk klarifikasi, publik kini menanti: akan ditindaklanjuti serius, atau hanya bias terbawa angin?

Persoalan ini mencuat bukan tanpa alasan. Bagi warga kurang mampu, Bansos beras adalah kebutuhan pokok. Ketika nama penerima berubah tanpa kejelasan, kecurigaan pun muncul.

Ada Apa di Balik Data DTSEN?

Dari penelusuran, perubahan data penerima Bansos memang mengacu pada Data Terpadu Sosio Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial. Data itu dinamis — ada yang masuk, ada yang terdegradasi.

Namun, persoalan krusialnya ada di tingkat bawah. Sesuai aturan, setiap pengusulan perubahan, pengalihan, atau perbaikan data penerima wajib melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat secara terbuka.

Inilah yang disoroti warga Kelurahan Semarang. Apakah Muskel itu benar-benar dilakukan secara transparan? Apakah warga yang dicoret sudah diverifikasi kondisi ekonominya? Atau perubahan itu dilakukan sepihak?

Wawali Turunkan Camat, Sinyal Serius?

Langkah Wakil Walikota Bengkulu menurunkan Camat Sungai Serut untuk menelusuri dugaan penyelewengan menjadi sinyal bahwa persoalan ini tidak dianggap sepele. Kantor Kelurahan Semarang pun menjadi pusat perhatian.

Tiga orang pegawai kelurahan yang fotonya beredar terlihat menunduk lesu saat dimintai keterangan — menggambarkan tekanan atas polemik yang berkembang.

Pertanyaan Besarnya:

Jika memang ada kejanggalan administrasi atau penyaluran, apakah akan ada sanksi tegas? Jika tidak ada pelanggaran, apakah pemerintah akan membuka data secara transparan kepada warga agar tidak menjadi fitnah?

Jangan sampai laporan warga yang sudah sampai ke instansi pengawas hanya berhenti sebagai laporan di atas kertas. Jangan sampai kasus Bansos yang menyangkut perut rakyat kecil ini hilang begitu saja.

Publik Bengkulu menanti tindak lanjut nyata dari Pemerintah Kota Bengkulu, Kecamatan Sungai Serut, dan Kelurahan Semarang. Transparansi adalah kunci memulihkan kepercayaan.

ForBengkulu.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini.

Penulis: Tim Redaksi ForBengkulu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *