
BENGKULU, NTV.co.id – Anggota DPRD Kota Bengkulu Fraksi Golkar Dapil III Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu, Kharisma Dwi Saputra, menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses, Minggu (2/8/2027) di kediamannya.
Tiga persoalan utama yang mengemuka yakni regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru [PPDB] jenjang SD dan SMP, dugaan pencemaran lingkungan, serta kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Kharisma menyebut regulasi PPDB masih menjadi keluhan terbesar masyarakat. Banyak warga kesulitan karena jarak sekolah jauh dari rumah dan tidak memenuhi syarat domisili.
“Persoalan regulasi masuk SD dan SMP masih menjadi perhatian. Banyak warga mengeluhkan jarak sekolah yang cukup jauh, terutama bagi yang belum 3 tahun berdomisili di Kota Bengkulu,” ujar Kharisma.
Ia mencontohkan SMP Negeri 24 yang tahun lalu masih punya kuota, kini sudah penuh. Akibatnya orang tua harus mencari sekolah lain yang lokasinya lebih jauh.
Selain pendidikan, warga juga mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan di kawasan Gudang Garam. Masyarakat resah karena sumur diduga tercemar sehingga kualitas air untuk kebutuhan sehari-hari tidak aman.
Menanggapi hal itu, Kharisma akan meminta Komisi II DPRD Kota Bengkulu turun langsung ke lokasi.
“Kami akan minta rekan-rekan di Komisi II meninjau langsung. Setelah itu kita koordinasi dengan instansi terkait untuk cari solusi,” ungkapnya.
Keluhan infrastruktur juga banyak disampaikan warga, mulai dari fasilitas lingkungan hingga pembangunan yang belum merata.
Seluruh aspirasi tersebut akan dibawa ke pembahasan DPRD dan diteruskan ke OPD terkait.
“Reses adalah momentum untuk tahu langsung kebutuhan masyarakat. Komitmen kami mengawal agar ada solusi nyata,” tutup Kharisma Dwi Saputra.

