
BENGKULU – Aksi demonstrasi Aliansi Bengkulu Mengingat di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu pada Jumat, 4 September 2026 sempat berlangsung panas. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus menyuarakan 11 poin tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah.

Aksi yang dimulai pukul 15.30 WIB itu sempat diwarnai dorong-dorongan dengan aparat saat mahasiswa mencoba masuk ke halaman kantor. Pagar luar DPRD juga sempat tercabut saat massa memasang spanduk tuntutan.
Pimpinan DPRD Turun Langsung
Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi bersama Wakil Ketua DPRD H. Suharto, SE., MBA turun menemui massa. Namun dialog yang berlangsung di depan gerbang kantor DPRD berakhir buntu.

H. Suharto, SE., MBA dalam statemennya menegaskan DPRD tidak menutup ruang dialog dan menolak segala bentuk kekerasan.
“Kami memahami semangat adik-adik mahasiswa. Menyampaikan pendapat itu dijamin konstitusi. Tapi kami juga mengimbau agar dilakukan dengan cara-cara yang tertib dan tidak merusak fasilitas negara,” ujar H. Suharto.

Lebih lanjut, H. Suharto menyampaikan bahwa DPRD Provinsi Bengkulu akan menampung seluruh 11 poin tuntutan tersebut.
“Isinya menyangkut RUU Perampasan Aset, pemberantasan korupsi, hak sipil, reforma agraria, hingga transparansi anggaran. Semua akan kami bahas di rapat pimpinan dan rapat paripurna. DPRD hadir untuk menjadi jembatan aspirasi rakyat ke pusat,” tegasnya.

Terkait adanya dugaan pemukulan oleh oknum aparat, H. Suharto meminta agar prosesnya diselesaikan secara hukum dan transparan.
“Kami menolak kekerasan dalam bentuk apapun, baik yang dilakukan massa maupun aparat. Jika ada pelanggaran prosedur, silakan laporkan secara resmi. Kami di DPRD siap mengawal agar ada keadilan,” lanjutnya.
Tuntutan dan Ancaman Aksi Lanjutan
Koordinator Aksi, Andika Saputra menyatakan kekecewaan karena tuntutan kehadiran oknum aparat tidak dipenuhi sehingga dialog buntu. Ia juga mengecam tindakan represif dan mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar.
Sementara itu Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid juga terlihat memantau langsung pengamanan dan sempat memungut sampah bersama mahasiswa.
Aksi baru berakhir pukul 17.30 WIB dengan pembubaran secara tertib.





