
Bahlil Gebrak Minerba Convex 2026: Stop Ekspor SDA Transit, Fokus PNBP Rp165 Triliun dan Berantas Mafia Tambang
JAKARTA, ForBengkulu.com – Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 resmi dibuka. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, S.E., M.Si., secara resmi membuka gelaran akbar sektor pertambangan nasional tersebut di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM bersama 18 asosiasi industri pertambangan mineral dan batubara dengan mengusung tema “Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat”.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah. Dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, Bahlil tampak memukul tumpukan batu dengan palu godam sebagai simbol dimulainya Minerba Convex 2026, didampingi jajaran pejabat ESDM.
Gelar 2 Hari, Hadirkan Coaching Clinic RKAB
Minerba Convex 2026 digelar selama dua hari, 2–3 November 2026, tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai ruang konsultasi, edukasi, dan dialog industri. Agenda meliputi konsultasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), coaching clinic, seminar, diskusi, pameran industri, bursa mineral strategis nasional, serta zona edukasi pertambangan.
Dirjen Minerba Tri Winarno dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/10/2026), mengatakan kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai industri pertambangan.
Tiga Instruksi Tegas Bahlil di Panggung Minerba Convex 2026:
- Larang Ekspor SDA Transit di Negara Perantara
Di hadapan ribuan pelaku tambang, Bahlil memerintahkan larangan ekspor Sumber Daya Alam (SDA) termasuk komoditas hasil tambang serta Minyak dan Gas Bumi (Migas) melalui negara perantara.
“Pak Dirjen (direktur jenderal), saya perintahkan lewat forum ini, jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, lewat transit negara tertentu. Ya, saya tidak mau,” tegas Bahlil di forum tersebut.
Ia menegaskan pengiriman harus langsung dari Indonesia ke negara tujuan, tanpa mampir dan ganti stempel asal ekspor di negara lain. Instruksi ini disebut-sebut menyentil praktik transit di Singapura.
- Indonesia Tahan Ekspor Listrik ke Luar Negeri
Bahlil juga mengumumkan Indonesia belum bisa mengekspor pasokan listrik ke luar negeri dalam waktu dekat.
“Indonesia dalam waktu dekat belum bisa mengekspor listrik, ya. Kita masih butuh listrik,” ujar Bahlil.
Pemerintah bahkan telah memangkas pasokan gas pipa ke Singapura sebesar 31 MMSCFD untuk prioritas domestik dan meminta agar tidak ada lobi terkait ekspor listrik ini.
- Tata Ulang Izin Tambang, Berantas Mafia & Prioritaskan UMKM
Bahlil menyoroti penataan ulang izin usaha pertambangan, pemberantasan mafia tambang, serta prioritas izin bagi koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta badan usaha milik daerah (BUMD).
Untuk menjaga harga global, pemerintah akan mengendalikan produksi nikel melalui kebijakan RKAB. “Kenapa terjadi harga yang menurun? Karena produksi kita jor-joran,” kata Bahlil.
Potensi Naik Kuota Batubara & Target PNBP Rp165 Triliun
Bahlil juga membuka potensi menaikkan kuota produksi batu bara seiring perbaikan harga yang kini mencapai 154 Dolar AS per ton. Produksi batu bara hingga Juli 2026 tercatat 423,71 juta ton, sementara PNBP batu bara hingga 31 Agustus 2026 sudah mencapai Rp66 triliun.
Dengan berbagai perbaikan tata kelola, target PNBP sektor minerba tahun 2026 dipatok tembus Rp165 triliun.

