
Kepala BNN Turun Langsung! 100 Satpol PP Kota Bengkulu Tes Urine, Hasilnya Bikin Bangga!
BENGKULU, ForBengkulu.com – Pemandangan tidak biasa terjadi di Kantor Satpol PP Kota Bengkulu, Kamis (5/11/2026). Biasanya merekalah yang menggerebek. Hari ini, merekalah yang antre diperiksa.
Sebanyak 100 personel Satpol PP Kota Bengkulu menjalani tes urine mendadak oleh BNN Kota Bengkulu. Hasilnya: semua negatif narkoba.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh dua pimpinan utama:
- Kombes Pol Ali Imron, S.E. — Kepala BNN Kota Bengkulu
- Sahat Marulitua Situmorang — Kasat Pol PP Kota Bengkulu
Kombes Pol Ali Imron — Kepala BNN Kota Bengkulu
Kepala BNN Kota Bengkulu, Kombes Pol Ali Imron, S.E., menegaskan bahwa pemeriksaan ini adalah bagian dari perluasan deteksi dini narkoba yang dilakukan BNN Kota Bengkulu ke lingkungan aparatur pemerintah.
Bagi Ali Imron, deteksi dini bukan untuk mencari kesalahan atau mempermalukan aparat. Deteksi dini adalah langkah pencegahan — agar aparat yang setiap hari berhadapan dengan peredaran narkoba tidak justru terjerumus.

“Deteksi dini ini kita lakukan agar lingkungan pemerintahan benar-benar bersih. Kalau aparatnya bersih, baru dia bisa dipercaya masyarakat untuk membersihkan lingkungannya.”
Prinsip itu konsisten dengan apa yang selalu disampaikan Ali Imron dalam setiap rilis BNN Kota Bengkulu: rehabilitasi adalah prioritas, bukan penghukuman.
Buktinya, sepanjang 2025 lalu, di bawah kepemimpinan Ali Imron, BNN Kota Bengkulu:
• Merehabilitasi 40 klien penyalahguna narkotika — 37 klien kategori ringan hingga sedang menjalani rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama Raflesia Care BNN Kota Bengkulu, 3 klien kategori berat dirujuk ke Rumah Rehabilitasi BNN Provinsi Bengkulu
• Jenis narkoba terbanyak: sabu-sabu dan ganja, masing-masing 15 klien, plus 10 klien zat adiktif lainnya
• Menangani klien dari berbagai latar: pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, wiraswasta, nelayan, buruh harian, hingga ibu rumah tangga
• Melaksanakan tes urine terhadap 392 orang, dengan 1 orang terindikasi positif
• Menerbitkan 130 SKHPN untuk keperluan kerja dan pendidikan
• Membentuk Kelurahan Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Kelurahan Tanjung Agung, dan melaksanakan Program IBM di Kelurahan Lingkar Timur
Artinya, Ali Imron tidak hanya bicara soal penindakan. Ia juga membangun sistem pemulihan.
“Kalau ada yang positif, kita rehabilitasi. Kalau negatif, kita umumkan. Tidak ada yang kita tutupi.”
Itulah yang terjadi di Satpol PP hari ini. BNN Kota Bengkulu memeriksa, BNN Kota Bengkulu yang mengumumkan hasilnya: 100 orang, semuanya negatif.
Sahat Marulitua Situmorang — Kasat Satpol PP Kota Bengkulu
Dari sisi Satpol PP, Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menegaskan pemeriksaan ini sejalan dengan instruksi Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, agar lingkungan pemerintahan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Kalau memang ada yang terpengaruh penyalahgunaan narkotika, akan kita serahkan untuk menjalani rehabilitasi. Namun, kalau tidak ada, hasil pemeriksaan akan disampaikan oleh Kepala BNN Kota Bengkulu.”
Sahat tidak menghindar. Ia membuka kantornya untuk diperiksa. Ia membiarkan anggotanya antre satu per satu di hadapan petugas BNN.
Itu sikap yang patut diapresiasi. Karena tidak semua pimpinan berani membuka pintu kantornya untuk dites urine secara mendadak.

Kenapa Tes Ini Penting? Karena Satpol PP Tahu Betul Wajah Narkoba Bengkulu
Satpol PP bukan OPD biasa. Mereka adalah OPD yang paling sering bersentuhan dengan narkoba di lapangan.
Belum lama ini, dalam razia gabungan di kawasan eks lokalisasi Pulau Baai, RT 08, Kecamatan Kampung Melayu, Polresta Bengkulu bersama BNN Kota Bengkulu dan Satpol PP Kota Bengkulu menemukan 4 orang positif narkoba dan mengamankan alat hisap.
Mereka tahu di mana barang itu beredar. Mereka tahu siapa yang memakai. Mereka tahu cara menyembunyikannya.
Karena itulah, jika penegaknya sendiri justru memakai, itu pengkhianatan terbesar. Tes urine hari ini adalah pembuktian: yang menegakkan aturan, harus lebih dulu bersih. bravo Satpol PP Kota Bengkulu!!

