
Pemimpin Yang Berani Diperiksa, Bukan Hanya Memeriksa — Sahat Situmorang Buka Pintu Kantornya untuk BNN
BENGKULU, ForBengkulu.com – Di tengah banyaknya pejabat yang alergi diperiksa, ada satu pemimpin di Kota Bengkulu yang justru melakukan sebaliknya. Ia membuka pintu kantornya lebar-lebar, mempersilakan BNN masuk, dan membiarkan seluruh personelnya dites urine.
Dia adalah Sahat Marulitua Situmorang, Kasat Pol PP Kota Bengkulu.
Untuk keberanian itu, ForBengkulu.com menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

Berani Buka Ruang, Berani Diperiksa
Kamis (5/11/2026), Kantor Satpol PP Kota Bengkulu menjadi lokasi pemeriksaan narkoba mendadak oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu yang dipimpin Kombes Pol Ali Imron, S.E.
Sebanyak 100 personel Satpol PP Kota Bengkulu menjalani tes urine. Hasilnya: semua negatif narkoba.
Tapi yang lebih penting dari hasilnya adalah prosesnya.
Sahat tidak menutup-nutupi. Ia tidak meminta BNN untuk datang diam-diam. Ia tidak meminta agar hasil disimpan rapat-rapat. Ia justru membuka ruang personelnya untuk diperiksa secara terbuka.
“Kalau memang ada yang terpengaruh penyalahgunaan narkotika, akan kita serahkan untuk menjalani rehabilitasi. Namun, kalau tidak ada, hasil pemeriksaan akan disampaikan oleh Kepala BNN Kota Bengkulu.” — Sahat Marulitua Situmorang, Kasat Pol PP Kota Bengkulu
Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam. Artinya: kalau ada yang positif, saya tidak akan lindungi. Saya serahkan untuk direhabilitasi. Kalau negatif, silakan umumkan.
Itulah pemimpin yang berani diperiksa, bukan hanya berani memeriksa.
Kenapa Ini Luar Biasa? Karena Satpol PP Adalah Penegak Razia
Jangan lupa, Satpol PP adalah aparat yang setiap hari melakukan razia. Mereka yang menggerebek kos-kosan, warung remang, dan kawasan eks lokalisasi Pulau Baai bersama Polresta Bengkulu dan BNN Kota Bengkulu. Dalam razia terakhir di Pulau Baai, mereka menemukan 4 orang positif narkoba.
Mereka tahu betul wajah narkoba di Bengkulu. Mereka tahu di mana barang itu beredar.
Dan justru karena itu, keberanian Sahat membuka kantornya untuk dites menjadi luar biasa. Banyak pemimpin yang berani menyuruh anak buahnya razia, tapi tidak berani anak buahnya dirazia. Sahat membalik logika itu: sebelum kita merazia orang lain, razialah diri kita sendiri dulu.
Apresiasi dari BNN: Ini Contoh yang Harus Ditiru OPD Lain
Kepala BNN Kota Bengkulu, Kombes Pol Ali Imron, S.E., menilai langkah Sahat sebagai contoh yang harus ditiru seluruh OPD di Kota Bengkulu.
Bagi BNN, deteksi dini bukan untuk mencari kesalahan. Deteksi dini adalah untuk memastikan aparat yang membersihkan masyarakat, benar-benar bersih dulu.
“Deteksi dini ini kita lakukan agar lingkungan pemerintahan benar-benar bersih. Kalau aparatnya bersih, baru dia bisa dipercaya masyarakat untuk membersihkan lingkungannya.” — Kombes Pol Ali Imron, Kepala BNN Kota Bengkulu
Di bawah kepemimpinan Ali Imron, BNN Kota Bengkulu sepanjang 2025 telah merehabilitasi 40 klien, melaksanakan tes urine terhadap 392 orang, dan mengedukasi 2.959 orang lewat sosialisasi P4GN. Prinsipnya selalu sama: kalau positif, rehabilitasi. Kalau negatif, umumkan.
Dan di Satpol PP, prinsip itu terbukti: 100 orang diperiksa, 100 orang negatif.
Pemimpin Seperti Ini yang Dibutuhkan Bengkulu
Bengkulu tidak kekurangan pejabat yang pandai bicara. Bengkulu kekurangan pejabat yang berani membuka dirinya untuk diperiksa.
Sahat Situmorang menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan soal memerintah dari balik meja. Kepemimpinan adalah soal memberi contoh. Soal berani bilang: “Silakan periksa anak buah saya, silakan periksa kantor saya, saya tidak takut karena saya yakin kami bersih.”
Itulah yang membuat 100 personel Satpol PP hari itu bisa berdiri tegak. Karena pemimpinnya tidak bersembunyi di belakang mereka. Pemimpinnya berdiri di depan, membuka pintu, dan berkata: “Masuk, silakan periksa.”
Untuk itu, ForBengkulu.com menyampaikan:
Apresiasi untuk Sahat Situmorang, Berani Buka Ruang Personel Di Tes Urin Oleh BNN!!!
Semoga keberanian ini menular. Semoga OPD lain berani melakukan hal yang sama. Semoga DPRD, Wali Kota, dan seluruh pejabat di Bengkulu berani berkata hal yang sama: “Silakan periksa kami.”
Karena Bengkulu yang Bersinar — Bersih dari Narkoba — hanya bisa dimulai dari pemimpin yang berani diperiksa, bukan hanya berani memeriksa.

