Blog  

Baru 6 Bulan di Komisi V, ESD Terus Bekerja dan Hasilnya: Hampir Rp 300 Miliar Anggaran Pusat untuk Provinsi Bengkulu!

Hj Erna Sari Dewi MH, saat Titik Nol di Jl Setianegara Kota Bengkulu

Dari Komisi VII ke Komisi V, ESD Gaspol! 6 Bulan Kerja, Rp 300 Miliar Sudah Cair untuk Jalan Bengkulu, Potensi Tembus Rp 800 Miliar!

BENGKULU, ForBengkulu.com – Baru 6 bulan. Bukan 6 tahun. Bukan 1 periode.

Baru 6 bulan pindah ke Komisi V DPR RI, Hj. Erna Sari Dewi, S.E., M.H., yang akrab disapa ESD, sudah menunjukkan hasil kerja nyata untuk Provinsi Bengkulu: hampir Rp 300 miliar anggaran pusat sudah keluar untuk program Inpres Jalan Daerah (IJD) di Bengkulu.

Dan itu baru awal. Karena kalau semua usulan yang sudah lolos seleksi pusat terealisasi, totalnya berpotensi mendekati Rp 800 miliar!

Pindah ke Komisi V 7 April 2026, Langsung Gaspol!

ESD resmi mendapatkan penugasan baru di Komisi V DPR RI setelah sebelumnya bertugas di Komisi VII DPR RI. Perubahan posisi tersebut merupakan keputusan internal partai yang mulai dijalankan sejak Selasa (7/4/2026).

Banyak yang mengira pindah komisi itu hanya rotasi biasa. Tapi ESD justru melihatnya sebagai peluang strategis.

“Penugasan ini merupakan amanah dari partai dan tentu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya optimistis melalui Komisi V, upaya mempercepat pembangunan di Bengkulu bisa lebih maksimal,” ujar Erna Sari Dewi saat itu.

Komisi V itu bukan komisi sembarangan met. Komisi V bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan — dua kementerian yang mengurus jalan, jembatan, perumahan, irigasi, transportasi, dan semua infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan hidup warga setiap hari.

Dan ESD langsung membuktikan, 6 bulan di Komisi V bukan waktu untuk adaptasi, tapi waktu untuk bekerja.

Data Resmi dari BPJN Bengkulu: 56 Usulan, 36 Lolos, Hampir Rp 300 Miliar Cair!

Angka hampir Rp 300 miliar ini bukan angka karangan. Angka ini disampaikan langsung oleh Kepala BPJN Bengkulu, Dr. Ir. Zepnat Kambu, dalam kegiatan titik nol IJD di Rejang Lebong, Kamis (5/11/2026).

Berikut data lengkapnya, met, catat baik-baik:

• 56 paket usulan pembangunan jalan dari pemerintah daerah di seluruh Provinsi Bengkulu diajukan melalui program IJD 2026
• 53 paket dinyatakan lolos verifikasi di tingkat balai, 3 paket tidak memenuhi persyaratan
• 36 paket dinyatakan lolos setelah seleksi di tingkat pusat
• 15 paket pekerjaan fisik + 2 paket pengawasan yang sudah mendapatkan alokasi anggaran sampai saat ini
• Anggaran yang sudah keluar: hampir Rp 300 miliar
• Potensi total kalau semua yang lolos terealisasi: mendekati Rp 800 miliar

“Masih ada paket yang tersimpan di pusat. Kita doakan bersama agar dalam sisa waktu yang ada bisa kembali keluar alokasinya. Jika belum, mudah-mudahan dapat diperjuangkan pada tahun berikutnya,” ujar Kepala BPJN Bengkulu, Dr. Ir. Zepnat Kambu.

Kepala BPJN Bengkulu juga menyampaikan apresiasi kepada ESD sebagai Anggota Komisi V DPR RI yang dinilai turut berkontribusi dalam memperjuangkan alokasi pembangunan infrastruktur bagi Provinsi Bengkulu.

Artinya, masih ada Rp 500 miliar lagi yang sedang diperjuangkan! Kalau itu cair juga, Bengkulu bisa dapat total hampir Rp 800 miliar hanya dari IJD!

Bukti Nyata di Lapangan: Jalan Sudah Mulai Dibangun!

Anggaran hampir Rp 300 miliar itu bukan hanya angka di Jakarta. Di lapangan, jalan-jalannya sudah mulai dibangun. Ini 3 contohnya yang sudah terverifikasi di Google:

  1. Air Duku, Rejang Lebong — 3,3 KM, Rp 9,29 Miliar
    Pembangunan dan preservasi jalan di Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, resmi dimulai dengan titik nol, Kamis (5/11/2026) pagi.

Jalan sepanjang 3,3 kilometer dengan anggaran Rp 9,29 miliar dari APBN ini melintasi kawasan pertanian hortikultura dan perkebunan, dan menjadi akses penghubung bagi sejumlah wilayah permukiman.

ESD hadir langsung bersama Kepala BPJN Bengkulu, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., dan 3 anggota DPRD Rejang Lebong Fraksi NasDem: Putra Mas Wigoro, Beni Heryanto, dan Rizal Tahsin.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan titik nol pembangunan jalan di Air Duku dengan panjang 3,3 kilometer. Kita berharap ke depan masih ada kelanjutan sekitar lima kilometer lagi hingga dapat menghubungkan sampai ke kawasan Bukit Kaki Kaba,” ujar ESD.

“Saya memperjuangkan anggaran, ini sebagian dari aspirasi saya. Saya merasakan sinergi positif sekali,” tambah ESD.

Kabupaten Rejang Lebong sendiri tahun ini mendapatkan 4 paket kegiatan IJD, dengan total alokasi sekitar Rp 35 miliar untuk 2 ruas yang sudah masuk lelang: Simpang Air Duku–Tower dan Simpang Karang Anyar–Musi Kejalo.

  1. Lingkar Sidorejo, Kepahiang — 4,2 KM, Rp 15,5 Miliar
    Sehari sebelumnya, Rabu (4/11/2026), titik nol IJD juga dilaksanakan di Jalan Lingkar Sidorejo, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang.

Dipimpin langsung Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP., didampingi Kepala BPJN Bengkulu Zepnat Kambu dan Anggota DPR RI Erna Sari Dewi.

Jalan sepanjang 4,2 kilometer dengan anggaran Rp 15,5 miliar dari APBN melalui IJD ini sudah lama dinantikan masyarakat.

  1. Tanjung Agung–Padang Genteng, Kaur — 1 KM, Rp 4 Miliar
    Di Kabupaten Kaur, penantian 26 tahun warga Dusun Padang Genteng dan Trans Tanjung Agung akhirnya terjawab.

Pembangunan ruas jalan Tanjung Agung–Padang Genteng di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tetap, mulai dilaksanakan melalui IJD, dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk penanganan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Titik nol dilaksanakan Jumat (30/10/2026).

Warga dan pejabat Kaur menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kaur, BPJN Bengkulu, serta Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi atas perjuangan hingga pembangunan jalan yang dinantikan warga dapat mulai dilaksanakan.

Tidak Hanya IJD, ESD Juga Perjuangkan 2027!

ESD tidak berhenti di 2026 met. Bersama Plt Bupati Rejang Lebong dan Kepala BPJN Bengkulu, ESD sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang menjadi prioritas pembangunan untuk Tahun Anggaran 2027.

ESD berharap alokasi anggaran pembangunan jalan dapat dibagi secara merata, sehingga seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu mendapatkan kesempatan yang sama.

“Kami siap mendukung dan memperjuangkan berbagai usulan pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat Rejang Lebong sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada,” ujar ESD dalam audiensi dengan Pemkab Rejang Lebong di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Usulan 2027 itu meliputi: pembangunan jalan melalui Bina Marga, sarana permukiman melalui Cipta Karya, irigasi dan pengendalian banjir melalui SDA, perumahan, Program Sekolah Rakyat, hingga bantuan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Selain Jalan, ESD Juga Kawal Irigasi, Tol, dan Penerbangan!

Di Komisi V, ESD juga vokal soal hal lain:

• Irigasi: ESD menyoroti pemangkasan anggaran irigasi hingga 61% di Kementerian PU, yang dinilai bertolak belakang dengan target swasembada pangan. “Bagaimana kita bisa menggaungkan swasembada pangan jika anggaran irigasi berkurang sampai 61 persen?”
• Jalan Tol: ESD mendorong percepatan kelanjutan pembangunan jalan tol di Bengkulu, agar manfaatnya dirasakan luas, bukan hanya 16,7 KM Bengkulu–Taba Penanjung saja.
• Penerbangan: ESD mendorong agar layanan penerbangan Garuda Indonesia ke Bengkulu bisa kembali beroperasi, karena berhentinya layanan itu berdampak besar pada mobilitas warga.
• Abrasi: ESD juga menyampaikan aspirasi soal abrasi parah di Pantai Muara Air Lemau, Bengkulu Tengah, dalam Raker Komisi V bersama Menteri PU, Selasa (2/6/2026). “Ini abrasi yang harus segera dilakukan penanganan cepat. Ini sudah urgent sekali.”

Penutup: 6 Bulan Bekerja, Bukan 6 Bulan Janji!

Baru 6 bulan di Komisi V, ESD terus bekerja dan hasilnya sudah terlihat:

• Hampir Rp 300 miliar sudah cair untuk IJD Bengkulu
• Potensi total mendekati Rp 800 miliar kalau semua lolos terealisasi
• 15 paket fisik + 2 paket pengawasan sudah dapat alokasi
• Jalan Air Duku 3,3 KM, Lingkar Sidorejo 4,2 KM, Tanjung Agung–Padang Genteng 1 KM, sudah mulai dibangun
• Pemetaan 2027 sudah dilakukan, agar semua kabupaten dapat merata

Ini bukan janji. Ini bukan wacana. Ini kerja nyata.

Dan ESD masih punya waktu panjang di Komisi V untuk terus memperjuangkan Bengkulu. Kalau 6 bulan saja sudah hampir Rp 300 miliar, bagaimana 1 tahun? Bagaimana 1 periode?

Warga Bengkulu, kita kawal bersama! Karena anggaran yang sudah cair harus dikawal kualitasnya, dan anggaran yang masih tersimpan di pusat harus terus diperjuangkan sampai cair!

DATA LENGKAP:

• Anggota DPR RI: Hj. Erna Sari Dewi, S.E., M.H. (ESD)
• Komisi: Komisi V DPR RI (sejak 7 April 2026, sebelumnya Komisi VII)
• Fraksi: Fraksi Partai NasDem, Dapil Provinsi Bengkulu
• Jabatan Partai: Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bengkulu 2024-2029
• Program: Inpres Jalan Daerah (IJD) TA 2026, BPJN Bengkulu, Kementerian PU
• Kepala BPJN Bengkulu: Dr. Ir. Zepnat Kambu, S.T., M.T.
• Data IJD Bengkulu 2026: 56 usulan, 53 lolos verifikasi balai, 36 lolos seleksi pusat, 15 paket fisik + 2 paket pengawasan dapat alokasi, hampir Rp 300 miliar sudah keluar, potensi mendekati Rp 800 miliar
• Contoh Ruas: Air Duku, Rejang Lebong 3,3 KM Rp 9,29 Miliar | Lingkar Sidorejo, Kepahiang 4,2 KM Rp 15,5 Miliar | Tanjung Agung–Padang Genteng, Kaur 1 KM Rp 4 Miliar | Rejang Lebong 4 paket total Rp 35 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *