Blog  

Publik Desak Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Tinjau Polemik Bika Coffee, Soroti Dugaan Pergeseran Konsep Family Cafe

BENGKULU – Viralnya video yang memperlihatkan suasana hiburan malam di Bika Coffee Bengkulu kembali memicu sorotan publik. Sejumlah masyarakat mendesak Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu untuk turun tangan dan memanggil pihak-pihak terkait guna meminta penjelasan mengenai konsep usaha yang selama ini dikenal sebagai family coffee atau tempat nongkrong ramah keluarga.

Desakan tersebut muncul setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan suasana menyerupai tempat hiburan malam, lengkap dengan lampu sorot, musik berintensitas tinggi, serta seorang penyanyi yang naik ke atas meja. Kondisi itu dinilai bertolak belakang dengan citra Bika Coffee yang selama ini dipromosikan sebagai tempat yang nyaman bagi keluarga dan anak-anak.

Selain video viral tersebut, masyarakat juga kembali menyoroti berbagai persoalan yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik. Di antaranya dugaan bebasnya minuman beralkohol masuk dan dikonsumsi di area kafe yang dikenal sebagai family coffee, sehingga dinilai dapat mengaburkan batas antara tempat makan keluarga dengan tempat hiburan malam.

Tak hanya itu, publik juga menilai aktivitas hiburan yang berlangsung hingga larut malam berpotensi mengubah suasana kafe menjadi menyerupai diskotik. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap anak-anak dan remaja yang masih berada di lokasi maupun menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi berkumpul pada malam hari.

Masyarakat meminta Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, yang membidangi antara lain pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan kesejahteraan rakyat, agar memanggil manajemen Bika Coffee serta instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan hiburan di lokasi tersebut.

Selain DPRD, publik juga mendesak Satpol PP Kota Bengkulu agar melakukan pemeriksaan terhadap kepatuhan perizinan dan penyelenggaraan kegiatan hiburan, serta meminta DP3AP2KB Kota Bengkulu melakukan peninjauan apabila lokasi tersebut memang dipromosikan sebagai tempat yang ramah anak.

Warga berharap seluruh persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat dijelaskan secara terbuka oleh pihak manajemen Bika Coffee maupun instansi terkait agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan. Mereka juga meminta agar seluruh kegiatan usaha yang menyasar keluarga tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memperhatikan aspek perlindungan anak, ketertiban umum, dan kenyamanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *