Jakarta, Forbengkulu.com – Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei terkait kinerja dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Survei dilakukan pada 7–20 April 2026 terhadap 1.580 responden di 34 provinsi menggunakan metode multistage random sampling.
Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman mengatakan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 79,2 persen. Angka tersebut disebut menunjukkan tren pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Hasil survei kinerja Polri ini juga memiliki korelasi yang kuat dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Dedi Rohman kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Survei juga menunjukkan sebanyak 52,3 persen responden mengetahui adanya peran Polri dalam program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Sementara 78,7 persen responden mengapresiasi keterlibatan Polri dalam program tersebut.
“Salah satunya, membantu mewujudkan swasembada pangan yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Dedi.
Selain itu, sebanyak 83,8 persen responden turut mengapresiasi keterlibatan Polri dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui pengawasan mutu pangan dan distribusi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Polri dinilai berhasil meningkatkan citra humanis melalui pengawasan mutu pangan (Security food) dan distribusi yang tertib, terutama melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ungkapnya.
IDM juga mencatat sebanyak 88,7 persen responden merasa aman berjalan di luar rumah pada malam hari. Sementara tingkat kepuasan terhadap pelayanan publik Polri mencapai 81,2 persen, penegakan hukum 75,1 persen, dan pengawasan internal Polri sebesar 76,7 persen.
Dalam survei yang sama, sebanyak 80,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait program ketahanan pangan, MBG, ketersediaan BBM dan pangan, serta kondisi keamanan nasional.
Dedi menambahkan, survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,47 persen dan dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung terhadap responden.













