Blog  

BI : Stabilitas Keuangan Jadi Modal Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu 2026

BENGKULU,forbengkulu.com – Bank Indonesia Provinsi Bengkulu optimistis perekonomian daerah akan tetap tumbuh positif di tahun 2026. Konsumsi domestik, investasi, dan terkendalinya inflasi disebut menjadi penopang utama di tengah tekanan ekonomi global.

Optimisme itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat dalam Sarasehan Perekonomian sekaligus Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Edisi Mei 2026 dan Kajian Fiskal Regional, Selasa (28/7/2026).

Mengusung tema “Sinergi Moneter dan Fiskal: Memperkuat Stabilitas dan Optimisme Permintaan Domestik”, forum ini membahas arah ekonomi Bengkulu di tengah ketidakpastian global seperti ketegangan geopolitik dan tingginya suku bunga negara maju.

“Kondisi global masih penuh tantangan. Tapi Bengkulu memiliki ketahanan karena ditopang permintaan domestik yang solid. Kunci utamanya adalah sinergi kebijakan Pemda dan otoritas moneter,” ujar Wahyu.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Bengkulu 2026 berada di kisaran 4,51% hingga 5,11% yoy. Peningkatan pada Triwulan II 2026 didorong faktor musiman seperti Iduladha, libur sekolah, dan Festival Tabut 2026.

Dari sisi sektor, pertumbuhan ditopang pertanian, perdagangan, transportasi, dan investasi. Untuk komoditas, sawit masih jadi bintang dengan prospek meningkat seiring replanting dan kebijakan B50. Sementara batu bara masih tertantang akibat target produksi nasional dan dinamika pasar.

Soal inflasi, Juni 2026 tercatat 3,96% yoy. BI yakin angka ini bisa turun ke rentang sasaran nasional 2,5±1% di akhir tahun berkat penguatan TPID dan program GPIPS.

Di sektor keuangan, kinerja perbankan sehat. DPK dan kredit investasi tumbuh, sementara NPL tetap terkendali.

“Dengan sinergi semua pihak, ekonomi Bengkulu akan tumbuh inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *