Blog  

Bukan Sekadar Pameran Dagang, Stand Kemenag Bengkulu di IES 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Ekonomi Syariah Nasional

JAKARTA, ForBengkulu.com – Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta bukan hanya sekadar pameran dagang biasa, Faktanya, ajang yang digelar pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Plaza Bata Merah Masjid Istiqlal ini jauh lebih besar dari itu.

IES Forum & Expo 2026 adalah meeting point ekosistem ekonomi syariah nasional yang mempertemukan 46 stand dari berbagai unsur — mulai dari Kanwil Kemenag se-Indonesia, perbankan syariah, perguruan tinggi Islam, startup, UMKM, hingga investor nasional.

Di sinilah letak istimewanya partisipasi Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu. Bukan hanya memajang produk untuk dijual, stand Bengkulu hadir untuk memperkenalkan potensi investasi, membuka jaringan bisnis, dan mendorong pemberdayaan ekonomi umat berbasis potensi lokal.

Hal itu pula yang membuat Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., memberikan apresiasi khusus saat mengunjungi stand Bengkulu, Jumat (30/10/2026).

Menag melihat langsung deretan produk unggulan Bengkulu yang merepresentasikan kekayaan alam dan kearifan lokal: kopi Bengkulu, keripik tugiri, batik besurek, kalamansi, kue tat, rendang lokan khas Kabupaten Mukomuko, gula merah, madu, hingga perut punai.

Menurut Menag, keikutsertaan daerah seperti Bengkulu membuktikan bahwa IES 2026 bukan ajang jual-beli semata, melainkan forum strategis untuk menghubungkan potensi usaha daerah dengan akses permodalan, teknologi, dan pasar yang lebih luas.

“Partisipasi tersebut juga memperlihatkan bahwa peran Kementerian Agama tidak hanya berfokus pada pelayanan keagamaan dan pendidikan, tetapi turut berkontribusi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan potensi lokal dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah,” tegas Menag.

Kehadiran Menag di stand Bengkulu disambut langsung Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., didampingi Kabid Dikmad Dr. H. Hamdani, M.Pd., Ketua Tim Kurikulum Dr. Syafruni, Ketua Tim Kesiswaan Emil Yadi, M.Pd., dan jajaran kepala madrasah.

Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu, Dr. H. Saefudin, menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan Bengkulu di IES 2026 bukan sekadar berdagang.

“Ini bukan soal berapa banyak produk terjual di pameran. Ini soal bagaimana produk lokal Bengkulu bisa dikenal investor, bisa masuk ekosistem ekonomi syariah nasional, dan bisa memberdayakan UMKM kita. IES ini adalah forum kolaborasi, bukan sekadar pameran dagang,” ujar Saefudin.

Ia menambahkan, melalui IES 2026, Kemenag Bengkulu ingin memperkuat sinergi antara Kemenag, pelaku usaha, lembaga pendidikan madrasah, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi umat berbasis potensi daerah.

IES 2026 sendiri mengembangkan delapan dimensi ekonomi syariah, mulai dari keuangan syariah, ekonomi digital, industri halal, gaya hidup Muslim, ekonomi produktif, ekonomi sosial Islam, ekonomi hijau, hingga pengembangan SDM. Berbagai agenda seperti business matching, talkshow ekonomi kreatif syariah, hingga diskusi AI dan robotika untuk pesantren turut digelar.

  1. Bukan pameran dagang (trade fair) saja:
    Kalau pameran dagang biasa cuma jual-beli produk, IES ini lebih luas. Ada 46 stand dari Kanwil Kemenag se-Indonesia, perbankan syariah, perguruan tinggi Islam, UMKM, startup, sampai perusahaan swasta
  2. Forum Bisnis & Investasi Syariah:
    Tujuannya mempertemukan pelaku usaha dengan investor, lembaga keuangan, dan akses permodalan. Mengangkat 8 dimensi ekonomi syariah: keuangan syariah, ekonomi digital, industri halal, gaya hidup Muslim, ekonomi produktif, ekonomi sosial Islam, ekonomi hijau, dan SDM
  3. Ekosistem Pemberdayaan:
    Penyelenggaranya Direktorat Zakat dan Wakaf Badan Pengelola Masjid Istiqlal. Tujuannya menjadikan Istiqlal sebagai pusat ekosistem ekonomi syariah nasional, bukan sekadar tempat jualan

Kegiatan berlangsung 30 Okt – 1 Nov 2026 di Plaza Bata Merah Masjid Istiqlal Jakarta, isinya: expo produk, business matching, talkshow ekonomi kreatif syariah, sampai pembahasan AI dan robotika untuk pesantren

Penyelenggara, yakni Direktorat Zakat dan Wakaf Badan Pengelola Masjid Istiqlal bersama mitra, berharap IES menjadi agenda tahunan untuk menjadikan Istiqlal sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *